Viral SD di Sampang sepi murid dan guru santai serta dangdutan. Sumber Foto: Tangkapan layar
SAMPANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang akhirnya angkat bicara mengenai video viral yang beredar di media sosial terkait dugaan manipulasi data siswa di SDN Batoporo Timur 1, Kecamatan Robatal. Pihak dinas menegaskan bahwa informasi yang beredar perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Duduk Perkara Video Viral di SDN Batoporo Timur 1
Kejadian ini bermula ketika sebuah unggahan video memperlihatkan kondisi SDN Batoporo Timur 1 yang dianggap sepi, namun memiliki jumlah siswa yang cukup signifikan dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hal ini memicu spekulasi di kalangan netizen mengenai adanya “siswa fiktif” demi mendapatkan kucuran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Menanggapi situasi tersebut, Tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang segera melakukan peninjauan lapangan dan verifikasi data untuk memastikan validitas jumlah peserta didik yang terdaftar.
Penjelasan Resmi Dinas Pendidikan Sampang
Kepala Dinas Pendidikan Sampang, melalui pejabat terkait, menjelaskan bahwa perbedaan visual dalam video dengan data di sistem seringkali dipicu oleh waktu pengambilan gambar yang tidak tepat atau adanya kegiatan belajar mengajar di luar kelas. Berdasarkan penelusuran internal, data yang tercantum dalam Dapodik diklaim telah melalui proses sinkronisasi yang ketat.
Melansir laporan resmi yang dihimpun dari pantauan lapangan, pihak Disdik menyatakan bahwa tidak ditemukan bukti autentik mengenai manipulasi data yang disengaja. Namun, pihaknya mengakui adanya kendala administratif yang sedang diperbaiki.
“Kami sudah turun ke lokasi untuk melakukan kroscek. Semua data siswa di SDN Batoporo Timur 1 sedang kami validasi ulang dengan mencocokkan fisik siswa di sekolah dan dokumen kependudukan mereka. Kami pastikan tidak ada ruang untuk manipulasi data di Dapodik,” ujar perwakilan Disdik Sampang dalam keterangan resminya.
Langkah Evaluasi dan Transparansi ke Depan
Dinas Pendidikan Sampang berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap seluruh satuan pendidikan di wilayahnya. Kasus ini menjadi momentum bagi Disdik untuk memperketat sistem pelaporan bulanan guna menghindari miskomunikasi antara realita di sekolah dengan data digital.
Selain itu, Disdik mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang tidak utuh. Masyarakat diminta untuk melakukan klarifikasi langsung ke kantor dinas jika menemukan kejanggalan pada fasilitas atau operasional pendidikan di Kabupaten Sampang.
Hingga saat ini, proses pemantauan di SDN Batoporo Timur 1 masih terus dilakukan sebagai bentuk transparansi publik. Disdik Sampang menegaskan bahwa jika nantinya ditemukan pelanggaran prosedur oleh pihak sekolah, maka sanksi tegas sesuai regulasi pendidikan akan diberlakukan tanpa tebang pilih.
Atribusi & Referensi: Informasi ini disusun berdasarkan klarifikasi resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang dan laporan liputan lapangan terkait isu Dapodik di wilayah Kecamatan Robatal, Sampang, Jawa Timur.
