Penanaman pohon di Situs Singaperbangsa, Kelurahan Karangpanimnal, Kecamatan Purwaharja. Sumber Foto: harapanrakyat.com
BANJAR – Upaya pelestarian alam berbasis kearifan lokal terus digalakkan di Jawa Barat. Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VII bersama para pegiat budaya melaksanakan aksi penanaman pohon di kawasan sumber mata air Singaperbangsa, Kota Banjar. Langkah ini diambil sebagai respons nyata terhadap ancaman kekeringan serta upaya menjaga ekosistem situs bersejarah.
Kolaborasi Lintas Sektor demi Keberlanjutan
Kegiatan yang berlangsung pada akhir pekan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari rimbawan hingga komunitas adat. Fokus utama aksi ini adalah memulihkan tutupan lahan di sekitar mata air Singaperbangsa yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi warga sekitar sekaligus destinasi wisata religi-budaya.
Pemilihan lokasi di Singaperbangsa bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai historis yang kuat, kawasan ini merupakan daerah tangkapan air (catchment area) yang krusial bagi ketersediaan air tanah di wilayah Banjar. Dengan menanam bibit pohon jenis trembesi, beringin, dan pohon buah-buahan, diharapkan struktur tanah semakin kuat dalam menyerap air hujan.
Visi CDK Wilayah VII dalam Konservasi
Kepala CDK Wilayah VII Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa kolaborasi dengan pegiat budaya memberikan dimensi baru dalam konservasi. Menurutnya, menjaga hutan bukan sekadar tugas teknis kehutanan, melainkan tanggung jawab moral yang selaras dengan nilai-nilai luhur kebudayaan Sunda dalam memuliakan air dan tanah.
“Kami mengapresiasi keterlibatan pegiat budaya. Pendekatan kultural seringkali lebih efektif dalam menyadarkan masyarakat bahwa menanam pohon adalah warisan untuk anak cucu. Mata air ini harus tetap mengalir, dan itu hanya bisa terjadi jika vegetasi di atasnya terjaga dengan baik,” ujar perwakilan CDK Wilayah VII dalam keterangannya di lokasi.
Pentingnya Menjaga Situs Singaperbangsa
Para pegiat budaya yang hadir menekankan bahwa Singaperbangsa adalah identitas bagi masyarakat Banjar. Melalui penanaman ini, mereka ingin menunjukkan bahwa pelestarian situs budaya tidak bisa dipisahkan dari kelestarian alam sekitarnya. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan dapat memitigasi risiko longsor dan menjaga debit air agar tidak menyusut saat musim kemarau panjang.
Berdasarkan data teknis dari CDK Wilayah VII, ribuan bibit pohon telah didistribusikan secara bertahap untuk menghijaukan kembali titik-titik kritis di Jawa Barat bagian timur. Sinergi ini diharapkan menjadi pemantik bagi wilayah lain untuk mengadopsi pola konservasi berbasis komunitas dan budaya.
Atribusi & Referensi Utama: Informasi ini disusun berdasarkan laporan kegiatan lapangan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VII Provinsi Jawa Barat dan koordinasi dengan komunitas pegiat budaya Kota Banjar terkait program pemulihan lingkungan daerah aliran sungai dan mata air.
