Iran Peringatkan “Konsekuensi Menghancurkan” Usai Trump Isyaratkan Dukungan Militer bagi Demonstran

Pemimpin spiritual dan politik Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sumber Foto: dw.com

TEHERAN – Ketegangan di kawasan Teluk mencapai titik didih baru setelah pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras terhadap Amerika Serikat pada akhir Januari 2026. Teheran mengancam akan memberikan “konsekuensi yang menghancurkan” jika Washington melakukan intervensi fisik atau militer di tengah gelombang protes domestik yang sedang melanda negara tersebut.

Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung terhadap retorika Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan” bagi para demonstran di Iran. Trump juga secara terbuka memperingatkan akan adanya tindakan militer “sangat keras” jika otoritas Iran terus melakukan tindakan represif dan eksekusi terhadap pengunjuk rasa.

Ancaman Balasan di Kawasan Teluk

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa kedaulatan Iran adalah harga mati. Dalam laporan yang dikutip dari ANTARA News, Araghchi menyatakan bahwa tidak ada negara yang berhak mengancam intervensi militer dengan dalih mendukung hak asasi manusia atau demonstrasi.

“Setiap keterlibatan fisik dari luar akan dibalas dengan kekuatan penuh. Kawasan Teluk tidak akan menjadi tempat yang aman bagi mereka yang mencoba mengganggu stabilitas kami,” tegas seorang juru bicara militer Iran sebagaimana dilansir oleh Arab News. Iran bahkan mengklaim telah menyiapkan ribuan drone dan unit tempur di sepanjang Selat Hormuz untuk mengantisipasi kemungkinan agresi.

Armada Militer AS dan Ultimatum Trump

Di sisi lain, Presiden Donald Trump tidak menunjukkan tanda-tanda akan melunak. Melalui unggahan di media sosial yang dilansir CNBC Indonesia, Trump mengumumkan pengerahan armada militer besar, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln, yang disebutnya bergerak menuju kawasan tersebut dengan “kekuatan dan tujuan besar.”

Trump memberikan ultimatum bahwa waktu bagi Teheran untuk bernegosiasi—terutama terkait program nuklir dan perlakuan terhadap demonstran—hampir habis. “Jangan sampai terjadi lagi penghancuran besar. Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk,” tulis Trump merujuk pada operasi militer sebelumnya.

Referensi Utama dan Atribusi

Artikel ini disusun berdasarkan data fakta dari laporan The Guardian mengenai pergerakan armada AS, laporan Metro TV terkait pernyataan diplomasi Abbas Araghchi, serta rilis berita dari Anadolu Agency dan Kompas TV mengenai peringatan keras Pemimpin Tertinggi Iran terhadap campur tangan asing.

“Trump sendiri telah melakukan intervensi dalam kerusuhan ini, membuat pernyataan, mendorong para perusuh, dan mengatakan kami akan memberikan dukungan militer,” ujar Ayatollah Ali Khamenei dalam pidatonya yang dikutip dari Iran International.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *