Prabowo Subianto Hadiri Istigosah Kubro Puncak Harlah 100 Tahun NU di Sidoarjo

Ilustrasi – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Puncak Harlah ke-100 di Istora Senayan 31 Januari 2026 dan undang Presiden Prabowo Subianto. (Foto: PBNU).

SIDOARJO – Momentum bersejarah menyelimuti Stadion Gelora Delta Sidoarjo saat jutaan nahdliyin berkumpul dalam acara Istigosah Kubro dan Resepsi Puncak Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Di tengah lautan manusia tersebut, kehadiran Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, menjadi sorotan utama saat ia bergabung bersama para ulama dan tokoh bangsa untuk mendoakan keselamatan serta kemajuan Indonesia di abad kedua organisasi Islam terbesar di dunia tersebut.

Kehadiran Tokoh Bangsa di Tengah Jutaan Nahdliyin

Acara yang berlangsung pada Selasa, 7 Februari 2023 lalu ini, merupakan peringatan genapnya usia 100 tahun NU berdasarkan penanggalan Hijriah (16 Rajab 1344 H – 16 Rajab 1444 H). Prabowo Subianto tampak hadir mengenakan kemeja putih dan peci hitam, duduk berdampingan dengan sejumlah pejabat negara dan kyai-kyai sepuh.

Berdasarkan laporan resmi dari Sekretariat Presiden, acara ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga simbol persatuan nasional. Prabowo hadir memenuhi undangan resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai bentuk penghormatan terhadap peran historis NU dalam menjaga NKRI.

Khidmat Istigosah dan Pesan Persatuan

Puncak acara diawali dengan Istigosah Kubro yang dipimpin oleh para masyayikh. Suasana berubah haru dan khidmat saat jutaan jemaah melantunkan selawat dan doa bersama untuk keberkahan bangsa. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo yang juga hadir memberikan sambutan hangat, mengapresiasi kontribusi NU dalam membangun wajah Islam yang moderat di Indonesia.

Prabowo Subianto, dalam berbagai kesempatan di sela acara, mengungkapkan kekagumannya terhadap organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari ini. Mengutip pernyataan yang dilansir dari laman Kementerian Pertahanan (Kemhan RI), Prabowo menegaskan bahwa NU adalah pilar stabilitas negara.

“Nahdlatul Ulama selalu menjadi benteng terdepan dalam menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI. Di usia satu abad ini, kita berharap NU terus membawa pesan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujar Prabowo Subianto saat ditemui awak media di area lokasi.

Dampak Ekonomi dan Antusiasme Warga

Rapat akbar ini diperkirakan dihadiri oleh lebih dari satu juta warga nahdliyin yang datang dari berbagai pelosok negeri. Mengutip data dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kehadiran massa dalam jumlah masif ini memberikan dampak ekonomi signifikan bagi UMKM lokal, meski juga menantang manajemen arus lalu lintas di sekitar stadion.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, dalam pidatonya yang bertajuk “Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru”, menekankan pentingnya organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepesantrenan.

Simbolitas Politik dan Kebangsaan

Kehadiran tokoh nasional seperti Prabowo Subianto di panggung besar NU sering kali dibaca sebagai simbol kedekatan antara umara (pemimpin pemerintah) dan ulama. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk terus menggandeng organisasi keagamaan dalam menjaga moderasi beragama di Indonesia.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, menandai dimulainya langkah baru Nahdlatul Ulama memasuki abad keduanya.


Referensi Utama:

  • Laporan Liputan Puncak Harlah 1 Abad NU – Sekretariat Presiden RI.

  • Rilis Pers Kunjungan Kerja Menteri Pertahanan – Kemhan.go.id.

  • Dokumentasi Publikasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *