Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis dalam acara Taklimat Presiden 2026 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Sumber: idisnews.co.id
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menetapkan arah kebijakan baru yang ambisius dalam memperkuat ekosistem ilmu pengetahuan nasional. Melalui agenda Taklimat Presiden 2026 yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026), Pemerintah secara resmi mengumumkan komitmen peningkatan anggaran penelitian di perguruan tinggi sebesar 50% untuk mempercepat kemandirian bangsa.
Strategi Penguatan Sains dan Teknologi Nasional
Kebijakan ini merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak akan inovasi di sektor pangan dan energi. Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi, melainkan harus menjadi produsen. Peningkatan anggaran dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun (tambah Rp4 triliun) ini ditujukan agar universitas menjadi motor penggerak hilirisasi industri.
“Presiden memutuskan untuk memberikan tambahan anggaran riset sebesar Rp4 triliun tahun ini. Total pagu riset 2026 mencapai Rp12 triliun agar para ilmuwan kita memiliki alat dan ruang yang cukup untuk berinovasi,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya di kanal resmi Sekretariat Kabinet (Setkab).
Hilirisasi dan Peran Akademisi sebagai Pahlawan Inovasi
Presiden Prabowo menegaskan bahwa dana tersebut harus berfokus pada hasil nyata, bukan sekadar laporan administratif. Fokus utama riset tahun ini mencakup pengembangan benih unggul, teknologi energi terbarukan, dan pengolahan sumber daya alam.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyebutkan bahwa Presiden menempatkan akademisi pada posisi terhormat. “Bapak Presiden menyampaikan bahwa guru besar dan pimpinan kampus adalah brains of our country. Beliau ingin universitas menjadi laboratorium solusi bagi masalah rakyat,” ungkap Brian sebagaimana dikutip dari portal berita InfoPublik.
Melalui langkah ini, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah paten nasional dan efisiensi produksi di sektor industri strategis pada akhir tahun 2026.
Referensi Utama & Atribusi:
-
Laporan Sekretariat Kabinet (Setkab.go.id): Mengenai rincian nominal penambahan anggaran dan arahan langsung Presiden di Istana Kepresidenan.
-
Siaran Pers Kemdiktisaintek: Mengenai distribusi fokus riset 2026 dan keterlibatan 1.200 pimpinan perguruan tinggi.
-
Portal InfoPublik: Terkait kutipan menteri mengenai posisi strategis akademisi dalam kebijakan nasional.
