Anies Rasyid Baswedan saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat di Hotel Aryaduta, Jakarta. Dalam momentum ini, organisasi relawan tersebut resmi bertransformasi menjadi partai politik dan secara terbuka mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan untuk maju dalam pemilihan presiden mendatang. Sumber Foto: Foto: Dok. Kompas.com
JAKARTA – Eskalasi politik nasional kembali menghangat setelah organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat resmi bertransformasi menjadi partai politik. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang digelar di Jakarta pada 17-18 Januari 2026, organisasi ini secara terbuka menegaskan tujuannya untuk mengusung Anies Rasyid Baswedan sebagai calon Presiden Republik Indonesia di masa mendatang.
Perubahan status dari ormas menjadi partai politik ini diputuskan melalui musyawarah mufakat oleh seluruh pengurus wilayah, mulai dari Jakarta hingga Maluku Utara. Langkah ini diambil sebagai upaya menyediakan “kendaraan politik” mandiri bagi mantan Gubernur Jakarta tersebut untuk berkontestasi dalam pemilu berikutnya.
Komitmen Politik dari Akar Rumput
Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menyatakan bahwa kelahiran partai ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat kelas bawah yang menginginkan kepemimpinan alternatif. Sahrin menegaskan bahwa sosok Anies Baswedan dan Gerakan Rakyat adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam misi membawa perubahan bagi Indonesia.
“Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur, dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan,” ujar Sahrin Hamid dalam pidatonya di Hotel Aryaduta, Jakarta, sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.com dan Antara News pada Minggu (18/1/2026).
Anies Baswedan sebagai Anggota Kehormatan 001
Keterlibatan Anies Baswedan dalam partai baru ini sudah terlihat sejak fase transisi. Pada 17 Desember 2025, Anies secara resmi direkrut sebagai Anggota Kehormatan 001. Kehadiran Anies dalam pembukaan Rakernas I pada Sabtu (17/1) juga memperkuat sinyal bahwa ia akan menjadi tokoh sentral dalam struktur kekuatan politik baru ini.
Melansir informasi dari Wartakota, Anies hadir mengenakan atribut Gerakan Rakyat dan memberikan pandangan strategis mengenai agenda perjuangan ke depan. Meskipun dukungan telah dideklarasikan, Partai Gerakan Rakyat saat ini masih fokus pada penyelesaian legalitas badan hukum dan penguatan struktur organisasi di tingkat kecamatan agar memenuhi syarat verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pemilu 2029.
Fokus Perjuangan dan Isu Nasional
Selain isu pencapresan, Partai Gerakan Rakyat juga mulai menunjukkan sikap politiknya terhadap isu-isu krusial. Dalam laporan Tribunnews, partai ini secara tegas menyatakan penolakan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD dan berkomitmen memperjuangkan hak demokrasi langsung bagi rakyat.
Sahrin Hamid menambahkan bahwa target utama partai di tahun 2026 adalah pengurusan legalitas serta peningkatan elektabilitas melalui karakter “Pancadarma”, yang mencakup integritas moral dan nasionalisme kerakyatan. Referensi mengenai struktur organisasi dalam Wikipedia juga mencatat sejumlah tokoh aktivis yang kini duduk di jajaran dewan pimpinan partai untuk memperkuat basis dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Dengan deklarasi ini, peta politik menuju 2029 diprediksi akan semakin dinamis, mengingat Anies Baswedan kini memiliki basis pendukung terorganisir yang secara formal telah bertransformasi menjadi instrumen politik nasional.
Referensi Utama:
-
Kompas.com (18/1/2026): “Deklarasi Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Ingin Anies Baswedan Jadi Presiden”
-
Antara News (19/1/2026): “Deklarasi jadi parpol, Gerakan Rakyat harap Anies jadi Presiden RI”
-
Tempo.co (18/1/2025/2026): “Alasan Partai Gerakan Rakyat Tak Umumkan Anies Capres 2029”
