Bogor Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Demi Menembus Jejaring Kota Kreatif UNESCO

REKA Bogor dorong ekosistem ekonomi kreatif Bogor makin kuat demi jejaring Kota Kreatif UNESCO. (Dok. Istimewa)

BOGOR – Pemerintah Kota Bogor bersama komunitas kreatif yang tergabung dalam REKA Bogor secara intensif mulai mematangkan langkah strategis untuk mendaftarkan Kota Bogor ke dalam jejaring bergengsi UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Langkah ini menjadi fokus utama dalam pertemuan terbaru antara Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor dan para penggerak ekosistem ekonomi kreatif di Balai Kota, guna memastikan kesiapan infrastruktur dan data pendukung.

Sinergi REKA Bogor dan Pemerintah Daerah

Upaya ini dipicu oleh keinginan kuat untuk memosisikan Bogor bukan sekadar sebagai kota penyangga ibu kota, melainkan sebagai pusat inovasi kreatif global. Ketua REKA Bogor, Georgian Marcello, menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor atau pentahelix menjadi kunci utama agar narasi kreatif Bogor dapat diakui secara internasional. Dalam diskusi tersebut, dibahas mengenai pemetaan subsektor unggulan yang akan menjadi wajah Bogor di mata UNESCO, dengan fokus pada penguatan basis data pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta komunitas seni.

Fokus Pembangunan Ekosistem Berkelanjutan

Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari, menyatakan komitmen penuh pemerintah dalam memfasilitasi kebutuhan para pelaku kreatif. Menurutnya, menjadi bagian dari UNESCO bukan sekadar label, melainkan tentang membangun sistem ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah Kota Bogor saat ini tengah menyelaraskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan indikator-indikator yang ditetapkan oleh UNESCO, termasuk ketersediaan ruang publik sebagai wadah berekspresi.

“Kami ingin memastikan bahwa ekosistem ini benar-benar hidup dari hulu ke hilir. Bukan hanya soal pengajuan dokumen ke UNESCO, tetapi bagaimana dampak ekonominya dirasakan langsung oleh warga Bogor melalui inovasi dan kreativitas,” ujar Hery Antasari saat memberikan arahan dalam pertemuan di Balai Kota Bogor baru-baru ini.

Menuju Pengakuan Internasional

Proses pengajuan ini direncanakan akan rampung dalam siklus penilaian mendatang. Salah satu poin krusial yang dipersiapkan adalah “Dossier” atau dokumen portofolio kota yang merangkum sejarah, potensi, hingga rencana aksi sepuluh tahun ke depan. Referensi utama dalam penyusunan ini merujuk pada Pedoman UCCN yang menekankan pada kontribusi budaya terhadap pembangunan perkotaan yang inklusif.

Atribusi keberhasilan gerakan ini nantinya tidak lepas dari peran aktif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor yang bekerja sama dengan REKA Bogor dalam melakukan kurasi terhadap festival-festival tahunan dan produk kreatif unggulan. Dengan penguatan ekosistem ini, Bogor optimistis dapat menyusul kota-kota di Indonesia lainnya yang telah lebih dulu masuk dalam jaringan kota kreatif dunia.


Referensi Utama: Data diolah dari laporan resmi Humas Pemerintah Kota Bogor mengenai audiensi REKA Bogor terkait persiapan UCCN dan siaran pers Disparbud Kota Bogor tentang pengembangan subsektor ekonomi kreatif tahun 2024-2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *