FGD Ekonomi Hijau Ciamis: KP2RL Dorong Generasi Muda Akselerasi Net Zero Emission 2060

FGD Ekonomi Hijau Ciamis: KP2RL Dorong Generasi Muda Akselerasi Net Zero Emission 2060. Sumber Foto: Istimewa

CIAMIS – Ancaman perubahan iklim yang kian nyata memicu gerak cepat dari berbagai elemen masyarakat di Jawa Barat. Guna merespons tantangan lingkungan tersebut, Komunitas Pelatihan dan Pemberdayaan Ramah Lingkungan menyelenggarakan Forum Diskusi Group (FGD) bertajuk “Ekonomi Hijau untuk Lingkungan Hidup Berkelanjutan” di Kabupaten Ciamis pada Selasa (17/02/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempertegas komitmen daerah dalam mendukung target nasional Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 melalui pembangunan rendah karbon yang inklusif.

Kolaborasi Akar Rumput di Pendopo Tradisional

Bertempat di sebuah pendopo kayu tradisional yang asri, forum ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk komunitas lingkungan, penggerak pemuda, hingga tokoh lokal. Uniknya, diskusi digelar dengan konsep lesehan untuk menciptakan suasana kesetaraan. Hal ini dilakukan agar kolaborasi dalam menjaga kelestarian bumi dapat tumbuh organik dari tingkat akar rumput tanpa adanya sekat birokrasi yang kaku.

Fokus utama diskusi ini adalah menyelaraskan langkah mitigasi bencana dengan pembangunan ekonomi yang tidak merusak alam. Mengingat topografi Ciamis yang memiliki area perbukitan dan aliran sungai, transformasi menuju ekonomi hijau dianggap bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk melindungi warga dari potensi bencana hidrometeorologi.

Menuju Pembangunan Rendah Karbon dan Inklusif

Pembangunan rendah karbon menjadi poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Strategi ini diharapkan mampu menekan emisi gas rumah kaca sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru di sektor hijau. Narasi ini sejalan dengan peta jalan pemerintah pusat yang menekankan bahwa transisi energi dan ekonomi harus memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, atau bersifat inklusif.

Ketua Penyelenggara dari Komunitas Pelatihan dan Pemberdayaan Ramah Lingkungan menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat lokal adalah kunci utama keberhasilan program ini. Tanpa pemahaman di tingkat desa, target ambisius tahun 2060 akan sulit tercapai.

“Kita tidak hanya bicara soal teori iklim, tapi bagaimana warga Ciamis bisa berdaya secara ekonomi melalui pengelolaan sampah, pertanian organik, dan pelestarian hutan. Ekonomi hijau harus mampu menghidupi sekaligus melindungi,” ujar salah satu koordinator forum dalam sesi diskusi tersebut.

Mitigasi Bencana dan Target Net Zero 2060

Selain membahas aspek ekonomi, forum ini juga menyoroti pentingnya edukasi mitigasi bencana secara berkelanjutan. Kerusakan lingkungan yang masif diidentifikasi sebagai faktor utama meningkatnya risiko bencana alam. Oleh karena itu, peserta forum sepakat untuk menginisiasi program pemantauan lingkungan berbasis komunitas yang dapat memberikan peringatan dini sekaligus menjaga ekosistem tetap terjaga.

Upaya yang dilakukan di Ciamis ini merupakan kontribusi nyata terhadap target Net Zero Emission 2060. Dengan memadukan kearifan lokal dan prinsip ekonomi berkelanjutan, Kabupaten Ciamis diharapkan mampu menjadi percontohan bagi daerah lain dalam mengimplementasikan kebijakan pro-lingkungan yang berbasis pada kekuatan masyarakat.


Referensi & Atribusi: Data dan informasi dalam artikel ini disadur berdasarkan laporan kegiatan Forum Diskusi Group (FGD) yang diselenggarakan oleh Komunitas Pelatihan dan Pemberdayaan Ramah Lingkungan di Kabupaten Ciamis pada Februari 2026. Seluruh kutipan dan detail suasana merupakan representasi dari jalannya agenda diskusi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *