Geger, Warga Kawali Temukan Mayat Bayi Laki-laki Mengapung di Sungai Cigarunggang

Aparat kepolisian bersama tim medis dan warga saat melakukan proses evakuasi jasad bayi laki-laki yang ditemukan mengapung di aliran Sungai Cigarunggang, Kecamatan Kawali, Sabtu (17/1/2026). Sumber Foto: Harapan Rakyat

KAWALI – Masyarakat di sekitar aliran Sungai Cigarunggang, Kecamatan Kawali, mendadak gempar pada Sabtu (17/1) pagi. Kehebohan ini dipicu oleh penemuan sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki yang tersangkut di bebatuan sungai dalam kondisi yang memprihatinkan.

Kronologi Penemuan Jasad di Sungai Cigarunggang

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga setempat yang hendak beraktivitas di sekitar sungai pada pagi hari. Saksi mata melihat benda mencurigakan yang menyerupai boneka terbawa arus, namun setelah diperiksa lebih dekat, benda tersebut ternyata adalah jasad bayi yang sudah tidak bernyawa.

Pihak kepolisian dari Polsek Kawali yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi kejadian bersama tim medis dari puskesmas setempat. Proses evakuasi berlangsung cepat dengan pengamanan ketat untuk menjaga tempat kejadian perkara (TKP).

Penyelidikan Pihak Kepolisian dan Petugas Kesehatan

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, bayi tersebut dipastikan berjenis kelamin laki-laki. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas orang tua serta penyebab pasti kematian bayi tersebut.

Kapolsek Kawali menyatakan bahwa jasad telah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan visum. “Kami telah mengevakuasi jasad bayi tersebut ke rumah sakit untuk penyelidikan lebih lanjut. Saat ini kami juga tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan,” ungkap Kapolsek dalam keterangan resminya hari ini.

Dugaan Pembuangan Bayi dan Langkah Hukum

Dugaan sementara mengarah pada tindakan pembuangan bayi yang sengaja dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait aktivitas mencurigakan dalam beberapa hari terakhir agar segera melapor.

Sesuai dengan data kepolisian setempat, patroli dan pengawasan di area-area sepi akan ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa. Kasus ini kini berada dalam penanganan intensif Satreskrim untuk menentukan apakah ada unsur tindak pidana kekerasan terhadap anak atau penelantaran yang menyebabkan kematian.


Atribusi dan Referensi: Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan laporan lapangan Kepolisian Sektor Kawali dan data sekunder dari Layanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kawali terkait proses evakuasi medis yang dilakukan pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *