Gerah Menunggu Perbaikan, Warga Kota Banjar Patungan Tambal Jalan Rusak secara Swadaya

Warga Lingkungan Jadimulya blok Kebon Kalapa, RW 07, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat memperbaiki jalan kampung yang rusak secara swadaya. Foto: Istimewa

BANJAR, JAWA BARAT – Lelah menanti janji manis pembangunan dari pemerintah daerah, sejumlah warga di Kota Banjar akhirnya mengambil langkah nyata. Tanpa menunggu kucuran dana APBD, masyarakat secara gotong royong memperbaiki akses jalan kampung yang kondisinya sudah rusak parah dan membahayakan pengguna jalan.

Aksi Nyata di Tengah Keterbatasan

Aksi swadaya ini terjadi di wilayah Dusun Karangpucung, Desa Jajawar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Sejak Minggu pagi, puluhan warga turun ke jalan membawa peralatan seadanya seperti cangkul, sekop, hingga semen dan pasir. Mereka menambal lubang-lubang besar yang selama ini sering menyebabkan kecelakaan, terutama saat musim hujan tiba.

Ketua RT setempat mengungkapkan bahwa keputusan untuk memperbaiki jalan secara mandiri ini diambil setelah melalui musyawarah warga. Selama bertahun-tahun, warga merasa akses utama mereka diabaikan oleh pemerintah setempat meskipun usulan perbaikan selalu masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Dana Patungan dan Gotong Royong

Sumber dana untuk perbaikan ini murni berasal dari kantong pribadi masyarakat. Ada warga yang menyumbangkan uang tunai, sementara yang lain memberikan material konstruksi seperti semen, pasir, dan batu koral.

“Kami tidak bisa terus-menerus menunggu pemerintah sementara lubang di jalan ini semakin dalam. Kalau dibiarkan, korban jatuh akan terus bertambah. Akhirnya kami sepakat untuk iuran seikhlasnya,” ujar Yadi, salah satu tokoh masyarakat di lokasi perbaikan.

Senada dengan warga, mengutip laporan dari portal berita lokal Harapan Rakyat, aksi serupa memang kerap terjadi di wilayah Kota Banjar akibat lambatnya respon dinas terkait dalam menangani infrastruktur lingkungan. Kondisi jalan yang berlubang tidak hanya menghambat mobilitas ekonomi warga, tetapi juga menjadi ancaman keselamatan bagi anak-anak sekolah yang melintas setiap hari.

Kritik Terhadap Lambatnya Respon Pemerintah

Meskipun aksi ini menuai pujian sebagai bentuk kemandirian masyarakat, fenomena ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kota Banjar. Warga berharap tindakan mereka dapat memicu pemerintah untuk lebih peka terhadap kondisi infrastruktur di pelosok kampung, bukan hanya berfokus pada pembangunan di pusat kota.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih melanjutkan proses pengerasan jalan secara bertahap. Mereka menargetkan titik-titik paling krusial dapat tertutup semen sebelum intensitas hujan meningkat pada pekan depan.


Atribusi & Referensi Utama: Informasi ini disusun berdasarkan fakta lapangan mengenai kondisi infrastruktur di wilayah Kota Banjar yang sering dikeluhkan masyarakat, dengan rujukan situasi serupa yang pernah dilaporkan oleh media lokal Harapan Rakyat Online terkait dinamika pembangunan dan aspirasi warga di Kota Banjar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *