Jabar Kucurkan Anggaran Tambahan, Revitalisasi Situs Karangkamulyan Ciamis Dimulai Maret 2026

Situs Pangcalikan di Kawasan Objek Wisata Budaya Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Sumber Foto: kabarpriangan.pikiran-rakyat.com

CIAMIS – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memberikan lampu hijau terkait penambahan anggaran untuk pembenahan infrastruktur di Situs Budaya Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat pengamanan cagar budaya sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan religi dan sejarah.

Proyek revitalisasi yang dijadwalkan mulai berjalan pada Maret 2026 ini akan difokuskan pada dua titik krusial: perbaikan pagar pengaman di sekeliling area situs dan modernisasi fasilitas pusat informasi (information center).

Penguatan Keamanan dan Literasi Sejarah

Keputusan penambahan anggaran ini muncul setelah adanya evaluasi mengenai kondisi pembatas fisik situs yang mulai mengalami kerusakan di beberapa titik. Pagar pengaman dinilai vital untuk mencegah aktivitas yang dapat merusak artefak peninggalan Kerajaan Galuh tersebut.

Selain infrastruktur fisik, pusat informasi juga menjadi prioritas. Fasilitas ini nantinya akan dilengkapi dengan sarana edukasi yang lebih representatif agar pengunjung dapat memahami nilai historis Karangkamulyan secara komprehensif.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melestarikan aset daerah.

“Kami memastikan bahwa anggaran tambahan ini dialokasikan secara tepat sasaran. Fokus utama kami di Karangkamulyan adalah menjaga integritas situs melalui pagar pengaman yang kokoh serta memberikan edukasi yang lebih modern kepada masyarakat melalui pusat informasi yang diperbarui,” ujar perwakilan Disparbud Jawa Barat dalam keterangan resminya kepada pers.

Realisasi Pengerjaan Maret 2026

Berdasarkan data teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, proses lelang dan persiapan administrasi diharapkan rampung pada awal tahun, sehingga pengerjaan fisik dapat segera dilakukan tepat saat memasuki bulan Maret.

Pihak pengelola Situs Karangkamulyan di Ciamis menyambut baik kabar ini. Selama ini, keterbatasan fasilitas pendukung seringkali menjadi kendala dalam mengoptimalkan potensi kunjungan, terutama saat hari libur nasional atau prosesi adat tertentu.

Upaya Melestarikan Warisan Kerajaan Galuh

Secara historis, Karangkamulyan bukan sekadar destinasi wisata, melainkan simbol identitas masyarakat Sunda. Kehadiran artefak seperti Sanghyang Bedil dan Cikahuripan menuntut proteksi yang maksimal. Dengan adanya pagar pengaman baru, diharapkan risiko vandalisme maupun kerusakan alami akibat gangguan luar dapat diminimalisir.

Melalui integrasi antara keamanan yang ketat dan kemudahan akses informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimis Situs Karangkamulyan dapat menjadi percontohan pengelolaan cagar budaya berbasis edukasi di Indonesia.


Atribusi & Referensi: Informasi ini disusun berdasarkan laporan resmi kebijakan anggaran sektor kebudayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta pernyataan teknis dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat terkait rencana kerja tahun anggaran 2026 untuk pengembangan destinasi wisata sejarah di wilayah Priangan Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *