Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan. Sumber Foto: sukabumiupdate.com
JAKARTA – Meski pesta demokrasi lima tahunan masih terpaut tiga tahun lagi, suhu politik nasional mulai menghangat. Partai Amanat Nasional (PAN) secara terang-terangan memberikan sinyal akan kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2029, namun dengan dorongan baru: menduetkannya dengan sang Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), sebagai Calon Wakil Presiden.
Komitmen Kesetiaan 15 Tahun
Langkah strategis ini bukan tanpa alasan. Wakil Ketua Umum DPP PAN, Eddy Soeparno, dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Kamis (5/2/2026), menegaskan bahwa dukungan PAN kepada Prabowo Subianto sudah bersifat final. Hal ini didasari oleh hubungan historis sebagai “sekutu sejati” yang telah terjalin selama lebih dari 15 tahun, mulai dari Pilpres 2014 hingga kemenangan bersama pada 2024.
“Bagi kita, itu sudah sebuah pilihan natural untuk mendukung beliau kembali nanti di tahun 2029. Jadi perdebatannya bukan di sana. Itu sudah selesai bagi kita,” ujar Eddy Soeparno sebagaimana dikutip dari laporan Tribun Jatim. Menurutnya, soliditas kader akan semakin menguat apabila ketua umum partai diusung langsung sebagai pendamping Prabowo.
Menakar Peluang Zulhas sebagai Cawapres
PAN menilai Zulkifli Hasan memiliki portofolio kepemimpinan yang lengkap untuk menduduki kursi orang nomor dua di Indonesia. Pengalaman Zulhas di ranah eksekutif sebagai Menteri Perdagangan hingga Menteri Koordinator Bidang Pangan, serta rekam jejak di legislatif sebagai mantan Ketua MPR RI, dianggap sebagai modal kuat.
Keinginan ini sebenarnya telah disuarakan secara bertahap sejak April 2025. Melansir laporan SinPo.id, Zulhas sempat menyatakan bahwa jika untuk urusan Capres, PAN sepenuhnya menyerahkan kepada Prabowo, namun untuk posisi Cawapres, PAN ingin diajak bicara lebih mendalam.
“Kalau capres silakan, kalau wapres kita bicara,” kata Zulkifli Hasan dalam sebuah acara internal partai di Jakarta (20/4/2025).
Respons Gerindra dan Dinamika Politik
Menanggapi manuver dini dari mitra koalisinya, Partai Gerindra menyambut positif namun tetap dengan nada hati-hati. Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menilai pernyataan PAN tersebut sebagai sebuah doa dan apresiasi terhadap kinerja Presiden Prabowo.
Melalui unggahan di laman 20detik pada Jumat (6/2/2026), Dasco menekankan bahwa dinamika politik menuju 2029 masih sangat cair. Fokus utama pemerintah saat ini adalah menuntaskan program-program pro-rakyat sebelum memasuki fase kampanye berikutnya.
Strategi Target Tiga Besar
Selain mengincar posisi cawapres, PAN juga menargetkan peningkatan signifikan dalam perolehan suara legislatif. Zulhas menargetkan PAN mampu menembus posisi tiga besar pada Pemilu 2029. Strategi “efek ekor jas” (coattail effect) dari pengusungan ketua umum sebagai cawapres diharapkan mampu mendongkrak elektabilitas partai di tingkat akar rumput.
Dengan munculnya wacana duet Prabowo-Zulhas ini, peta politik Indonesia diprediksi akan semakin dinamis, mengingat posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden saat ini juga tetap menjadi faktor penentu dalam konstelasi politik mendatang.
Referensi Utama:
-
Tribun Jatim (5/2/2026): “Bukan Gibran, PAN Sinyalkan Duet Prabowo–Zulhas di Pilpres 2029”
-
SinPo.id (20/4/2025): “Zulhas Siap Usung Prabowo di Pilpres 2029: Kalau Wapres Kita Bicarakan”
-
20detik (6/2/2026): “Video PAN Mau Duetkan Prabowo-Zulhas di 2029, Gerindra: Kami Anggap Doa”
