Pengkhianatan Pilot Elite: Eks Instruktur F-35 AS Ditangkap karena Melatih Militer China

Mantan pilot jet tempur siluman F-35 AS ditangkap agen FBI atas tuduhan melatih personel militer China. Foto/US Air Force/Tech. Sgt. Jerilyn Quintanilla

INDIANA – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengumumkan penangkapan Gerald Eddie Brown Jr. (65), seorang veteran Angkatan Udara AS dan mantan instruktur jet tempur siluman F-35, pada Rabu, 25 Februari 2026. Brown ditangkap di Jeffersonville, Indiana, atas tuduhan serius berupa konspirasi untuk memberikan pelatihan militer kepada pilot Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) China tanpa izin resmi dari pemerintah.

Kronologi Pelatihan Ilegal di Tiongkok

Berdasarkan dokumen pengadilan yang dirilis oleh U.S. Attorney’s Office, Brown—yang dikenal dengan nama panggilan (call sign) “Runner”—diduga telah melakukan perjalanan ke China pada Desember 2023. Ia menetap di sana hingga awal Februari 2026 untuk memberikan jasa pelatihan tempur udara.

Penyelidikan FBI mengungkapkan bahwa Brown mulai menegosiasikan kontrak pelatihan tersebut sejak Agustus 2023 melalui perantara yang terhubung dengan Stephen Su Bin, seorang warga negara China yang sebelumnya pernah dipenjara di AS pada 2016 karena kasus peretasan data militer sensitif.

Pelanggaran Keamanan Nasional dan UU Ekspor Senjata

Pemerintah AS mendakwa Brown atas pelanggaran Arms Export Control Act (AECA) dan International Traffic in Arms Regulations (ITAR). Sebagai warga negara AS yang memiliki pengetahuan teknis tingkat tinggi, Brown diwajibkan secara hukum untuk memiliki lisensi dari Departemen Luar Negeri sebelum memberikan layanan pertahanan kepada pihak asing.

Asisten Direktur Divisi Kontra-intelijen FBI, Roman Rozhavsky, dalam pernyataan resminya yang dikutip dari laman Justice.gov, menegaskan beratnya pengkhianatan ini.

“Gerald Brown, mantan pilot instruktur F-35 Lightning II dengan pengalaman puluhan tahun, diduga telah mengkhianati negaranya dengan melatih pilot China untuk melawan mereka yang seharusnya ia lindungi,” tegas Rozhavsky.

Rekam Jejak dan Keahlian Tersangka

Brown bukanlah pilot sembarangan. Selama 24 tahun kariernya di Angkatan Udara hingga pensiun tahun 1996 dengan pangkat Mayor, ia memimpin unit-unit sensitif yang bertanggung jawab atas sistem pengiriman senjata nuklir. Setelah pensiun, ia bekerja sebagai pilot kargo dan kemudian menjadi kontraktor pertahanan yang bertugas melatih pilot aktif AS untuk pesawat A-10 dan F-35 di simulator.

Keahlian taktis inilah yang diduga menjadi target utama intelijen China. Dalam sebuah pesan yang ditemukan penyidik, Brown sempat menuliskan antusiasmenya saat tiba di China: “Sekarang… saya memiliki kesempatan untuk terbang dan melatih pilot tempur lagi!”

Dampak dan Konsekuensi Hukum

Penangkapan ini merupakan bagian dari tindakan tegas Pentagon dan FBI terhadap upaya China merekrut veteran militer Barat guna mempelajari taktik tempur NATO. Kasus ini serupa dengan penangkapan mantan marinir Daniel Edmund Duggan di Australia pada 2022, yang hingga kini masih dalam proses ekstradisi ke Amerika Serikat.

Jika terbukti bersalah, Brown menghadapi ancaman hukuman penjara puluhan tahun atas konspirasi dan pemberian layanan pertahanan ilegal. Ia dijadwalkan menjalani persidangan perdana di Pengadilan Distrik Indiana pada akhir Februari 2026.


Referensi Utama: Laporan ini disusun merujuk pada pernyataan resmi U.S. Department of Justice (DOJ) tanggal 25 Februari 2026, laporan investigasi CNN World, dan catatan pengadilan federal yang dikutip oleh Military.com serta The Times of India.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *