Sejumlah personel Basarnas Makassar saat bersiap melakukan penyisiran di area perbukitan dan hutan lebat di wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Tim difokuskan pada titik koordinat terakhir pesawat rute Yogyakarta-Makassar sebelum kehilangan kontak pada Minggu (18/1/2026). Sumber Foto: Sumber: Dok. Istimewa / Basarnas via promediateknologi.id
MAROS – Dunia penerbangan Indonesia kembali berduka. Sebuah pesawat komersial dengan rute penerbangan dari Yogyakarta (YIA) menuju Makassar (UPG) dilaporkan hilang kontak saat berada di wilayah udara Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Minggu (18/1/2026) pagi.
Kronologi Hilangnya Kontak Pesawat
Berdasarkan laporan resmi dari Kantor Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, pesawat dengan nomor penerbangan PK-JKT tersebut kehilangan komunikasi dengan menara pengawas Air Traffic Control (ATC) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tepat pada pukul 09.15 WITA.
Data radar terakhir menunjukkan pesawat berada di koordinat kawasan hutan pegunungan di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, sebelum sinyalnya benar-benar menghilang dari pantauan Jakarta Air Traffic Service Center.
Upaya Pencarian dan Evakuasi
Menanggapi insiden tersebut, Basarnas Makassar langsung menetapkan status darurat dan memberangkatkan tim rescue menuju titik koordinat terakhir. Kepala Basarnas Makassar dalam keterangan resminya menyatakan bahwa medan yang berat menjadi tantangan utama dalam proses pencarian ini.
“Kami telah mengerahkan dua tim darat dan satu helikopter untuk melakukan pemantauan udara di titik terakhir pesawat terdeteksi. Saat ini fokus utama kami adalah menemukan lokasi pasti badan pesawat dan mengevakuasi seluruh penumpang serta awak kabin,” ujar juru bicara Basarnas Makassar melalui sambungan telepon.
Data Penumpang dan Investigasi KNKT
Hingga berita ini diturunkan, pihak maskapai bekerja sama dengan PT Angkasa Pura I telah membuka posko darurat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bagi keluarga penumpang. Tercatat ada sekitar 120 penumpang dan 6 kru pesawat yang berada di dalam penerbangan tersebut.
Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengonfirmasi bahwa mereka telah menerjunkan tim investigasi untuk menyelidiki penyebab pasti hilangnya kontak pesawat, apakah murni karena faktor cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sulawesi Selatan atau adanya kendala teknis pada mesin pesawat.
Kondisi Cuaca di Wilayah Maros
Laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menunjukkan bahwa pada saat kejadian, wilayah Maros dan sekitarnya memang sedang diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang. Visibilitas yang rendah di area perbukitan Maros diduga menjadi salah satu faktor yang menyulitkan navigasi penerbangan.
Pihak otoritas meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi hoaks terkait kondisi penumpang sebelum ada pernyataan resmi dari pusat krisis. Informasi berkala akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan pencarian di lapangan.
Referensi Utama: Informasi dalam artikel ini disarikan dari rilis resmi Kantor Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, data operasional Basarnas Makassar, dan laporan cuaca dari BMKG Wilayah IV Makassar tertanggal 18 Januari 2026.
