Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito. (foto: dok. Universitas Pertahanan)
JAKARTA – Langkah strategis diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sistem jaminan kesehatan nasional. Melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Pengawas dan Keanggotaan Direksi BPJS Kesehatan, pemerintah resmi menetapkan Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito sebagai Nakhoda baru BPJS Kesehatan periode 2026–2031.
Penunjukan ini diumumkan secara resmi pada Kamis (19/2/2026) sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi dan penguatan tata kelola lembaga yang mengelola dana kesehatan ratusan juta rakyat Indonesia. Prihati Pujowaskito menggantikan Ali Ghufron Mukti yang telah menjabat sejak Februari 2021.
Reformasi Tata Kelola Jaminan Kesehatan Nasional
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, dalam keterangan resminya sebagaimana dikutip dari laman Kompas.com, menyatakan bahwa penetapan jajaran direksi baru ini bertujuan untuk menjaga kesinambungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Penetapan ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola dan kesinambungan penyelenggaraan Program JKN agar manfaat layanan kesehatan tetap optimal bagi peserta,” ujar Rizzky pada Kamis (19/2).
Pengangkatan ini dilakukan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, yang mengatur bahwa masa jabatan direksi berlangsung selama lima tahun. Selain Direktur Utama, Presiden juga menunjuk tujuh direktur lainnya yang akan mendampingi Prihati, termasuk nama-nama seperti Abdi Kurniawan Purba dan Akmal Budi Yulianto.
Profil Prihati Pujowaskito: Perpaduan Militer dan Medis
Sosok Prihati Pujowaskito bukanlah nama baru di dunia kesehatan. Pria kelahiran Solo, 29 Maret 1967 ini merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan rekam jejak militer yang cemerlang. Merujuk pada data profil yang dirilis oleh Tempo.co dan Sindonews, Prihati merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) yang kemudian meniti karier sebagai dokter di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Sebelum didapuk menjadi Dirut BPJS Kesehatan, jabatan terakhirnya adalah Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Pertahanan (Unhan) periode 2023–2025. Pengalamannya yang luas sebagai Kepala Departemen Jantung di RSPAD Gatot Soebroto dan latar belakang pendidikan Doktor Hukum Kesehatan dinilai menjadi modal kuat untuk memimpin lembaga sebesar BPJS Kesehatan di tengah tantangan defisit iuran dan peningkatan kualitas layanan.
Daftar Lengkap Direksi dan Dewan Pengawas 2026–2031
Berdasarkan informasi dari CNBC Indonesia dan Kumparan, pelantikan yang berlangsung di Istana Negara juga meresmikan susunan Dewan Pengawas yang diketuai oleh Stevanus Adrianto Passat (unsur pekerja). Berikut adalah susunan Direksi BPJS Kesehatan yang baru:
-
Direktur Utama: Prihati Pujowaskito
-
Direktur: Abdi Kurniawan Purba, Akmal Budi Yulianto, Bayu Teja Muliawan, Fatih Waluyo Wahid, Setiaji, Vetty Yulianty Permanasari, dan Sutopo Patria Jati.
Perubahan kepemimpinan ini diharapkan mampu menjawab keluhan publik terkait sistem rujukan dan transparansi pengelolaan dana jaminan kesehatan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Referensi Utama:
-
Kompas.com (19/02/2026): “Presiden Prabowo Tunjuk Purnawirawan TNI Prihati Pujowaskito Jadi Dirut BPJS Kesehatan”
-
Tempo.co (19/02/2026): “Prabowo Tunjuk Prihati Pujowaskito Jadi Dirut BPJS Kesehatan”
-
CNBC Indonesia (19/02/2026): “Prabowo Tunjuk Prihati Pujowaskito Jabat Dirut BPJS Kesehatan”
-
Jawa Pos (19/02/2026): “Profil Prihati Pujowaskito, Dirut BPJS Kesehatan Baru”
