Penanganan Tanggul Kalimalang Karawang yang Jebol: Pemasangan Bronjong Dikebut Lima Hari

Sejumlah pekerja dibantu alat berat ekskavator sedang menyusun material batu dan bronjong untuk menutup celah tanggul Saluran Sekunder (SS) Kalimalang yang jebol di Karawang, Sabtu (17/1/2026). Sumber Foto: Dok. Humas BPBD Kabupaten Karawang

KARAWANG – Upaya darurat untuk menutup titik jebolnya tanggul Saluran Sekunder (SS) Kalimalang di wilayah Kabupaten Karawang terus dikebut oleh tim gabungan. Hingga Sabtu (17/1/2026), proses pemasangan bronjong dan karung pasir menjadi fokus utama guna menormalisasi aliran air yang sebelumnya sempat meluap dan merendam ratusan rumah warga di pemukiman sekitar.

Kronologi dan Dampak Luapan Air

Insiden jebolnya tanggul ini terjadi akibat debit air yang meningkat drastis serta kondisi struktur tanah yang jenuh, sehingga tidak mampu menahan beban aliran sungai. Akibatnya, air meluap dengan cepat ke area pemukiman dan menyebabkan aktivitas warga lumpuh total selama beberapa saat.

Berdasarkan laporan lapangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, tercatat sedikitnya ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material warga akibat rendaman air dan lumpur diperkirakan cukup signifikan.

Target Penanganan Lima Hari

Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang bersama pihak terkait telah mengerahkan alat berat dan puluhan personel di titik kerusakan. Fokus utama saat ini adalah memasang bronjong—anyaman kawat berisi batu kali—sebagai penahan tanggul sementara yang lebih kokoh dibandingkan sekadar tumpukan karung pasir.

“Kami mengupayakan pemasangan bronjong ini selesai dalam waktu sekitar lima hari ke depan. Target kami adalah aliran air kembali normal dan warga bisa merasa aman dari ancaman luapan susulan jika hujan kembali turun,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Karawang saat memantau lokasi perbaikan.

Koordinasi Lintas Sektoral

Kecepatan penanganan ini tidak lepas dari koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Karawang dengan Perum Jasa Tirta (PJT) II selaku pengelola saluran Kalimalang. Selain fokus pada perbaikan fisik tanggul, petugas di lapangan juga mulai membersihkan sedimen dan sampah yang menyumbat aliran agar tekanan air pada titik yang diperbaiki dapat berkurang.

Warga yang terdampak diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Tim kesehatan dan bantuan logistik pun telah disiagakan di titik-titik pengungsian sementara untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa pemulihan.


Referensi & Atribusi: Data dalam berita ini dihimpun berdasarkan laporan situasi terkini dari BPBD Kabupaten Karawang dan Dinas PUPR Karawang mengenai progres fisik perbaikan infrastruktur di Saluran Sekunder Kalimalang. Seluruh data teknis mengenai durasi pengerjaan dan jumlah dampak rumah mengacu pada rilis resmi otoritas penanggulangan bencana setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *