Polemik Jukir Liar Patok Tarif Rp 100 Ribu di Tanah Abang: Wagub Rano Karno Sebut “Setahun Sekali Tak Apa”, Namun Janjikan Tindak Tegas

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (Beritanasional/Panji)

JAKARTA — Praktik pungutan liar (pungli) berkedok juru parkir (jukir) kembali meresahkan masyarakat di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Memasuki bulan Ramadhan 2026, sejumlah oknum jukir liar nekat mematok tarif parkir kendaraan hingga Rp 100.000. Menanggapi polemik tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan pernyataan yang menyita perhatian publik dengan menyebutnya sebagai fenomena “setahun sekali”, meski ia menjamin penertiban tetap berjalan.

Tarif Mencekik di Tengah Kepadatan Pengunjung

Berdasarkan video dan laporan warga yang viral di media sosial baru-baru ini, pengunjung Pasar Tanah Abang dikejutkan dengan tarif parkir yang tidak masuk akal. Oknum preman yang berkedok jukir liar mematok tarif sebesar Rp 100.000 untuk mobil dan Rp 60.000 untuk sepeda motor. Praktik pemerasan ini kerap muncul menjelang hari raya (Ramadhan dan Idul Fitri) di saat jumlah pengunjung yang berbelanja pakaian membludak, sehingga menyebabkan keterbatasan ruang parkir.

Respons Rano Karno: “Bukan Berarti Kita Toleransi”

Saat diwawancarai oleh awak media di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa (17/2/2026), Rano Karno meminta masyarakat untuk memahami dinamika kepadatan musiman tersebut. Meski melontarkan frasa “setahun sekali tidak apa-apa” yang memicu beragam reaksi, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sama sekali tidak menoleransi tindakan pungli.

“Wah, itu sudah paham-lah kita. Bukan berarti kita toleransi, tapi semuanya juga ditertibkan. Tapi marilah kita coba pahami, ini kan situasi setahun sekali. Ini macet, setahun sekali tidak apa-apa,” ujar Rano Karno.

Rano menambahkan bahwa penindakan nyata di lapangan telah dilakukan dengan menggandeng Satpol PP, Polri, dan TNI. Ia menargetkan kawasan Tanah Abang akan kembali tertib dan terbebas dari pungli dalam kurun waktu dua hingga tiga hari ke depan. “Artinya jukir-jukir itu sudah dibenahi. Ya terpaksa ditindak juga, ada yang ditangkap, dikasih pembinaan, itu sudah hal biasalah,” tegasnya.

Polisi Amankan 8 Pelaku Pungli

Merespons keresahan warga, jajaran Polsek Metro Tanah Abang bergerak cepat merazia kawasan tersebut. Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah membawa delapan pria yang diduga preman berkedok jukir liar untuk dimintai keterangan.

Penindakan pada Senin (16/2/2026) tersebut merupakan upaya kepolisian untuk meredam keresahan publik dan menciptakan situasi yang kondusif di area pusat perbelanjaan terbesar se-Asia Tenggara itu.

“Didalami apakah yang dilakukan oleh mereka memenuhi unsur untuk dilakukan penegakan hukum lebih lanjut atau cukup diberikan pembinaan,” pungkas Dhimas. Ke depannya, patroli gabungan dari Satpol PP khusus pariwisata, aparat kepolisian, dan TNI akan disiagakan untuk mencegah para jukir liar kembali beroperasi dan merugikan pengunjung.

Referensi & Atribusi Data:

  1. Kumparan News (17/2/2026) – “Rano soal Jukir Liar Patok Rp 100 Ribu di Tanah Abang: Setahun Sekali Tak Apa”.

  2. DetikOto (19/2/2026) – “Jukir Liar Tanah Abang Getok Parkir Mobil Rp 100 Ribu, Rano Karno Bilang Begini”.

  3. Kompas (18/2/2026) – Fakta penangkapan 8 pelaku terduga jukir liar oleh AKBP Dhimas Prasetyo.

  4. iNews (18/2/2026) – Penegasan Rano Karno terkait razia gabungan Satpol PP, Polri, dan TNI di Tanah Abang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *