Saling Sindir di Media Sosial, Ari Lasso Tegur Keras Mantan Asisten Terkait Privasi

Kolase Ari Lasso dan Dearly Djoshua. Ari Lasso menegaskan keberatannya atas unggahan pribadi yang dibagikan tanpa izin dan tuduhan yang dianggap tidak berdasar. Foto: Yoursay Suara/Instagram

Dunia hiburan tanah air tengah dihebohkan oleh ketegangan terbuka antara musisi legendaris Ari Lasso dengan mantan asisten pribadinya yang akrab disapa Dearly. Perselisihan ini memicu perdebatan hangat di kalangan netizen setelah keduanya terlibat aksi saling balas pernyataan melalui platform Instagram, yang berawal dari unggahan kenangan masa lalu.

Pemicu Konflik: Unggahan Foto Masa Sakit

Duduk perkara perseteruan ini bermula ketika Dearly secara intensif mengunggah foto-foto serta video dokumentasi lama saat Ari Lasso tengah menjalani masa perawatan intensif akibat kanker limfoma beberapa tahun lalu. Melansir dari laporan Kompas.com, Dearly mengklaim bahwa unggahan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan sang musisi yang berhasil sembuh, sekaligus mengenang masa-masa kebersamaan mereka.

Namun, tindakan ini ternyata tidak disambut baik oleh mantan vokalis Dewa 19 tersebut. Ari Lasso menilai bahwa dokumentasi yang dibagikan bersifat sangat pribadi dan tidak layak menjadi konsumsi publik tanpa seizin dirinya maupun keluarga besar.

Teguran Terbuka dan Permintaan Privasi

Melalui kolom komentar dan unggahan di akun Instagram resminya, Ari Lasso secara eksplisit meminta Dearly untuk berhenti mengeksploitasi masa lalunya demi konten. Ari menekankan pentingnya etika dalam menjaga privasi, terutama mengenai kondisi kesehatan yang bagi sebagian orang merupakan memori yang menyakitkan.

“Mohon dengan sangat, jangan unggah foto-foto pribadi saya tanpa izin. Tolong hargai privasi saya dan keluarga,” tulis Ari Lasso dalam salah satu balasan komentarnya yang dikutip oleh Liputan6.com. Ia juga menambahkan bahwa meski mereka pernah memiliki hubungan kerja yang dekat, hal itu tidak memberikan hak kepada mantan staf untuk menyebarkan dokumentasi domestik ke ruang publik.

Respons Dearly dan Pembelaan Diri

Di sisi lain, Dearly memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak bermaksud menjatuhkan atau melanggar privasi mantan atasannya tersebut. Mengutip dari pantauan Tribunnews, Dearly merasa memiliki hak untuk menyimpan dan membagikan kenangan masa lalunya sendiri sebagai orang yang pernah berada di lingkaran terdekat Ari Lasso saat masa sulit.

Perbedaan persepsi inilah yang kemudian memicu “perang dingin” digital. Dearly sempat mengunggah pernyataan yang menyiratkan kekecewaan karena merasa kontribusinya di masa lalu seolah tidak dihargai, sementara pihak Ari Lasso tetap teguh pada pendirian bahwa privasi adalah batasan yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun.

Reaksi Netizen: Terbagi Menjadi Dua Kubu

Fenomena ini memancing reaksi beragam dari pengguna media sosial. Berdasarkan pantauan tren di platform X dan Instagram, netizen terbelah menjadi dua perspektif:

  1. Pendukung Ari Lasso: Mayoritas menilai bahwa privasi pasien (meskipun sudah sembuh) adalah hak mutlak. Mereka berpendapat bahwa mantan asisten harus memiliki etika profesi dengan tidak membocorkan detail kehidupan pribadi majikan setelah tidak lagi bekerja.

  2. Pendukung Dearly: Sebagian kecil netizen merasa unggahan tersebut adalah hal yang wajar sebagai bentuk testimoni kedekatan, dan menilai reaksi Ari Lasso terlalu keras terhadap orang yang pernah membantunya.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda mediasi secara tertutup di antara keduanya. Ari Lasso terpantau lebih fokus pada jadwal konsernya, sementara Dearly masih sesekali memberikan sindiran halus melalui fitur Instagram Story.


Referensi:

  • Dikutip dari laporan pemberitaan Kompas.com mengenai kronologi unggahan Dearly.

  • Pernyataan langsung Ari Lasso melalui akun Instagram resmi @arilasso sebagaimana dilaporkan oleh Liputan6.com.

  • Klarifikasi dan unggahan media sosial Dearly yang dipantau melalui kanal berita hiburan Tribunnews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *