Willie Salim. Foto: Dok. Istimewa
Jakarta, 26 Januari 2026 – Kreator konten ternama Willie Salim akhirnya buka suara terkait isu miring yang menyebut konten giveaway miliknya adalah rekayasa atau “settingan”. Isu ini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah seorang pria bernama Risky memberikan pengakuan mengejutkan dalam tayangan podcast di kanal YouTube Denny Sumargo.
Awal Mula Tudingan Muncul
Keriuhan ini bermula saat Risky, yang mengaku sebagai mantan talent dalam video Willie Salim pada tahun 2023, mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan sang kreator bukanlah sebuah kebetulan. Melansir laporan dari Medcom.id, Risky menjelaskan bahwa ia dihubungi oleh asisten Willie untuk berperan sebagai pengemudi ojek online yang seolah-olah bertemu Willie secara mendadak.
Dalam skenario tersebut, Risky diminta mencari pohon pisang dengan janji imbalan Rp2 juta. Namun, fakta pahit diungkapkan Risky bahwa uang yang diterimanya di depan kamera harus dikembalikan setelah proses syuting selesai. Ia mengklaim hanya menerima honor sebesar Rp500 ribu sebagai upah talent, bukan hadiah utuh seperti yang ditampilkan dalam konten.
Klarifikasi Willie Salim: Hiburan dan Edukasi
Menanggapi kegaduhan yang menyeret namanya, Willie Salim memberikan klarifikasi melalui unggahan di Instagram Story pribadinya (@willie27_) pada Minggu, 25 Januari 2026. Willie tidak menampik adanya pengaturan dalam video tersebut, namun ia menegaskan bahwa hal itu merupakan bagian dari teknik produksi konten.
“Di dunia konten, ada yang namanya storytelling, dramatization, dan re-enactment. Itu adalah format hiburan untuk menyampaikan cerita, bukan niat untuk menipu atau merugikan siapa pun,” tulis Willie Salim sebagaimana dikutip dari Radar Jogja.
Willie juga menegaskan prinsipnya dalam berkarya bahwa ia tidak pernah berniat membohongi publik mengenai hadiah. Ia mengakui bahwa video yang dipermasalahkan adalah konten lama dari tahun 2023 yang menjadi bagian dari proses pembelajarannya sebagai kreator konten. Baginya, jika terdapat perbedaan antara apa yang tersaji di layar dengan realita di lapangan, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi internal timnya.
Sudut Pandang Hukum dan Etika Digital
Isu ini turut menarik perhatian ahli hukum. Mengutip Kampiunnews, ahli hukum Kurnia Saleh menilai bahwa tudingan “settingan” ini tidak serta-merta bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hukum atau penipuan. Menurutnya, konten digital yang bersifat dramatisasi berada dalam ranah ekspresi kreatif. Hingga saat ini, belum ada bukti kerugian nyata atau laporan korban yang memenuhi unsur pidana dalam kasus tersebut.
Di sisi lain, publik diingatkan untuk lebih bijak dalam mengonsumsi konten hiburan. Willie Salim sendiri menyatakan akan tetap fokus memberikan dampak positif melalui aksi sosialnya dan memilih mengikuti proses profesional jika terdapat hal-hal sensitif yang perlu diselesaikan.
Referensi Utama:
-
Medcom.id: “Willie Salim Klarifikasi Tudingan Konten Giveaway Settingan” (25/01/2026).
-
Radar Jogja: “Ramai di Media Sosial, Giveaway Willie Salim dan Toni Cu Disebut Settingan” (26/01/2026).
-
Kampiunnews: “Ahli Hukum Nilai Isu Giveaway Willie Salim di Podcast Bukan Pelanggaran Hukum” (26/01/2026).
-
Kompas.com: “Konten Giveaway Disebut Settingan, Willie Salim Beri Klarifikasi” (25/01/2026).
