Influencer asal Korea Selatan, Na Daehoon, saat memberikan pernyataan resmi terkait klarifikasi atas tuduhan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyeret namanya baru-baru ini. Sumber: Pikiran Rakyat / Dok. Pribadi Na Daehoon
JAKARTA – Influencer kenamaan asal Korea Selatan yang berbasis di Indonesia, Na Daehoon, akhirnya memecah kesunyian terkait tudingan miring yang menyeret namanya. Melalui pernyataan resmi yang dirilis hari ini, Daehoon secara tegas membantah isu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang sempat menjadi topik hangat di platform TikTok dan X (Twitter).
Kasus ini bermula ketika mantan pasangannya mengunggah sejumlah potongan percakapan dan klaim yang menyiratkan adanya perilaku kasar. Unggahan tersebut dengan cepat memicu gelombang kritik dari netizen, mengingat citra Daehoon selama ini dikenal sebagai sosok yang santun dan family man.
Kronologi dan Bantahan Resmi
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Na Daehoon menjelaskan bahwa bukti-bukti yang beredar di media sosial telah dipotong sedemikian rupa sehingga menimbulkan interpretasi yang keliru. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada tindakan fisik maupun kekerasan sistematis sebagaimana yang dituduhkan.
“Saya ingin menegaskan bahwa tuduhan mengenai KDRT itu tidak benar. Apa yang tersebar di media sosial adalah potongan informasi yang tidak utuh dan sangat menyudutkan pihak saya secara sepihak,” ujar Na Daehoon dalam keterangan resminya yang dikutip dari pantauan media sosial pribadinya hari ini.
Daehoon juga menambahkan bahwa dirinya siap menempuh jalur hukum jika fitnah tersebut terus berlanjut dan merusak reputasi profesionalnya. Menurutnya, masalah internal yang terjadi di masa lalu merupakan dinamika hubungan pribadi yang tidak seharusnya dikonsumsi publik dalam narasi yang menyimpang.
Respons Netizen dan Dampak Digital
Pantauan di platform X menunjukkan bahwa tagar terkait nama Daehoon sempat masuk dalam jajaran trending topic. Sebagian netizen menyuarakan dukungan kepada pihak mantan pasangan, namun tidak sedikit pula yang meminta publik untuk tidak menghakimi sebelum ada bukti hukum yang sah.
Pakar hukum siber mengingatkan bahwa penyebaran bukti percakapan pribadi di media sosial memiliki risiko hukum terkait UU ITE, terutama jika tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan di pengadilan. Hingga saat ini, pihak Daehoon menyatakan tengah berdiskusi dengan tim legal untuk menentukan langkah selanjutnya.
Pentingnya Klarifikasi di Era Viralitas
Langkah Daehoon melakukan klarifikasi cepat dianggap sebagai upaya mitigasi krisis untuk menjaga kepercayaan pengikutnya di Indonesia. Sebagai influencer dengan jutaan pengikut, isu integritas moral menjadi sangat krusial bagi keberlangsungan kerja sama dengan berbagai merek (brand).
Berdasarkan laporan dari berbagai sumber berita hiburan tanah air, pihak pelapor hingga kini belum memberikan tanggapan balik atas bantahan resmi yang dikeluarkan oleh Daehoon. Kasus ini menjadi pengingat bagi pengguna media sosial mengenai pentingnya check and re-check sebelum menarik kesimpulan dari sebuah unggahan viral.
Referensi & Atribusi:
-
Pernyataan resmi Na Daehoon melalui akun media sosial pribadinya (Januari 2026).
-
Pantauan tren topik pada platform X dan TikTok Indonesia.
-
Data kompilasi dari berbagai laporan media hiburan dan pemberitaan viral nasional.
