Monitoring pengajuan pembangunan anggaran 2027 menuju musrenbangdes

<span;>‎BANJAR05/09/2026– Menjelang pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Gesit Rizky Gemilang bersama anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mulyasari lainnya menyatakan siap melakukan monitoring dan mengawal berbagai aspirasi serta usulan pembangunan masyarakat untuk perencanaan Tahun Anggaran 2027.

‎Pengawalan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan aspirasi masyarakat dari berbagai wilayah di Desa Mulyasari dapat dihimpun, dibahas, dan diperjuangkan berdasarkan kebutuhan serta skala prioritas pembangunan.

‎Gesit Rizky Gemilang menilai Musrenbangdes merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung. Oleh karena itu, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat harus mendapatkan perhatian dan pengawalan bersama.

<span;>‎“Musrenbangdes bukan sekadar agenda tahunan. Ini merupakan ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan. Saya bersama rekan-rekan anggota BPD lainnya siap mengawal aspirasi masyarakat agar dapat dibahas dan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan yang berlaku,” ujar “Gesit Rizky Gemilang .

<span;>‎BPD Siap Serap dan Kawal Aspirasi Warga

‎Gesit bersama anggota BPD lainnya berkomitmen untuk terus menyerap aspirasi masyarakat, termasuk melakukan monitoring terhadap berbagai usulan pembangunan yang akan dibawa menuju Musrenbangdes.

‎Usulan tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, sosial, kepemudaan, pelayanan masyarakat, serta berbagai program yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga Desa Mulyasari.

‎“Setiap wilayah tentu memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kita harus melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengarkan masyarakat. Program yang memiliki tingkat urgensi tinggi dan memberikan manfaat luas harus menjadi perhatian bersama,” tegas Gesit.

‎Menurutnya, keberadaan BPD memiliki peran penting dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antara masyarakat, BPD, Pemerintah Desa, serta unsur terkait perlu terus diperkuat.

<span;>‎Kawal dari Pengajuan hingga Tahapan Berikutnya

‎Gesit menegaskan bahwa pengawalan aspirasi tidak boleh berhenti setelah pelaksanaan Musrenbangdes. Berbagai usulan yang telah menjadi prioritas perlu terus dimonitor pada tahapan perencanaan berikutnya sesuai mekanisme, kewenangan, dan kemampuan anggaran yang tersedia.

‎“Kami ingin memastikan aspirasi warga tidak hanya berhenti menjadi catatan. Bersama anggota BPD lainnya, kami akan berupaya mengawal setiap usulan prioritas mulai dari proses pengajuan, pembahasan hingga tahapan selanjutnya,” ungkapnya.

‎Gesit juga mengajak masyarakat Desa Mulyasari untuk aktif menyampaikan aspirasi dan kebutuhan di lingkungannya. Partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci agar perencanaan pembangunan benar-benar berangkat dari kondisi nyata di lapangan.

<span;>‎BPD adalah bagian dari ruang aspirasi masyarakat. Kami ingin masyarakat tidak ragu menyampaikan kebutuhan pembangunan. Mari bersama-sama kita kawal pembangunan Mulyasari tahun 2027 agar semakin tepat sasaran, transparan, merata dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pungkas Gesit.

<span;>‎Dengan kolaborasi antara Gesit Rizky Gemilang, seluruh anggota BPD Mulyasari, Pemerintah Desa dan masyarakat , diharapkan Musrenbangdes dapat menghasilkan program prioritas pembangunan Tahun Anggaran 2027 yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta mendorong kemajuan Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *